Home Tekno Prospek Cerah Bisnis Data Center di Indonesia

Prospek Cerah Bisnis Data Center di Indonesia

18
0
Advertisement
Apartemen Bintaro Parkview

HOTABIS.COM – Memang, prospek bisnis data center di Tanah Air terbilang cerah. Menurut riset yang dikutip dari EDGE, industri data center di Indonesia diramal bisa tumbuh signifikan sampai dengan tahun 2025 dengan market size tembus US$ 618 juta atau setara dengan Rp 8,96 triliun.

Pertumbuhan bisnis data center didorong oleh seiring meningkatnya porsi ekonomi internet di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurut riset Google dan Temasek dalam laporan yang berjudul e-Conomy SEA 2020, pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air diperkirakan mencapai US$ 133 miliar pada 2025.

Selain itu, Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi internet Indonesia diperkirakan mencapai USD 124 miliar pada tahun 2025.

Apalagi, munculnya Pandemi Covid-19 sejak Maret tahun lalu turut mengubah dan mempercepat transformasi digital dan adopsi cloud serta data center.

Menurut riset Mordor Intelligence, Jakarta berkembang sebagai pusat konektivitas, pusat perbankan dan keuangan utama yang mewakili sebagian besar perdagangan dan jasa Indonesia. dengan demikian hal ini berfungsi sebagai hub utama untuk vendor colocation.

datacenter

“Pasar data center Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar data center masih dalam tahap awal di dunia. Sektor ini diperkirakan akan mengalami pertumbuhan eksponensial karena peningkatan migrasi pemain layanan Over-The-Top (OTT) di Indonesia, peningkatan belanja TI, dan penyebaran 5G, yang akan mendorong pasar pusat data,” jelas Mordor Intelligence.

Mengutip penjelasan Mordor, saat ini industri Datacenter mulai mendapatkan dorongan dengan investasi dari penyedia cloud raksasa seperti Google, Alibaba & Amazon. Pada tahun lalu, Alibaba Cloud mengumumkan investasi pusat data senilai US$ 28 miliar yang mencakup 21 wilayah, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura demi mendukung ‘transformasi digital di dunia pascapandemi’.

Selain itu sang pesaing Alibaba Cloud, Amazon Web Services (AWS) baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk membangun pusat data di negara tersebut pada awal 2022, bersama dengan Microsoft yang menjadi hosting 2.500 pengembang di Jakarta per akhir Februari 2020.

Sementara, kantor jasa professional terbesar di dunia, PricewaterhouseCoopers (PwC) memperkirakan pasar global untuk edge data center akan tumbuh hampir tiga kali lipat menjadi US$ 13,5 miliar (Rp 195,75 triliun) pada tahun 2024 dari US$ 4 miliar (Rp 58 triliun) pada tahun 2017.

PWC juga menjelaskan terdapat beberapa tren yang membantu pertumbuhan edge data center ke depan yakni masuknya 5G, semakin maraknya penggunaan internet of things (IoT) yang membutuhkan latensi rendah serta perkembangan video streaming dan juga augmented reality (AR) & virtual reality (VR).

Data center, termasuk layanan komputasi/penyimpanan awan (cloud), sangat diandalkan di sejumlah sektor, seperti perbankan, teknologi informasi dan komunikasi, layanan kesehatan, pemerintahan dan sektor keamanan, e-commerce, penyedia jasa ride-hailing dan lain sebagainya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

pasang iklan
VIACNBC INDONESIA
SOURCECNBC INDONESIA

Leave a Reply