Home Lifestyle Sikap Arogan dan Mau Menang Sendiri

Sikap Arogan dan Mau Menang Sendiri

38
0
Advertisement

HOTABIS.COM – Arogan memiliki arti congkak, sombong serta angkuh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI]. Sedangkan dalam ilmu psikologi, arogan ditunjukkan untuk orang yang memiliki perasaan superioritas yang dimanifestasikan ke dalam sikap suka memaksa.

Arogan merupakan suatu emosi atau perasaan dalam hati yang bisa mengacu pada dua arti secara umum. Dalam konotasi negatif, umumnya berarti perasaan yang meningkatkan status atau prestasi seseorang yang biasa disebut dengan keangkuhan.

Sedangkan dalam konotasi yang positif, arogan mengacu pada perasaan puas dalam diri seseorang pada pilihan atau tindakannya sendiri atau pada pihak lain dan kelompok sosial.

Para filsuf serta psikolog sosial sudah mengamati jika arogan merupakan emosi sekunder yang kompleks, butuh pengembangan dari satu perasaan pribadi serta penguasaan perbedaan konseptual yang relevan. Contohnya seperti membedakan arogan dari kebahagiaan serta sukacita lewat interaksi yang dilakukan secara lisan dengan orang lain.

Para psikolog sosial juga mengidentifikasikan arogan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan sinyal status sosial yang tinggi.

Arogan dalam bahasa Inggris disebut dengan pride, sedangkan dalam bahasa Latin disebut dengan superbia. Meski kata arogan mengandung 2 arti, namun leboh condong ke sifat yang tidak terpuji dan memiliki niat untuk menguasai segala hal untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri atau golongan.

Jenis-jenis Sikap Arogan

Santo Gregorius Agung mengktegorikan sikap arogan menjadi 4 jenis, yakni:

  • Merasa jika kebaikannya berasal dari dalam dirinya sendiri.
  • Merasa jika kebaikannya berasal dari Tuhan serta karena jasa yang sudah ia lakukan.
  • Membanggakan sesuatu yang sebetulnya tidak dimiliki.
  • Memandang orang lain dengan rendah serta merasa sebagai satu-satunya pemilik dari yang sudah dimiliki.

Ciri-Ciri Orang Arogan

  • Senang menyela percakapan orang lain yang memperlihatkan jika apa yang dipikirkan dan akan dikatakan jauh lebih penting dibandingkan pendapat lainnya.
    Merasa jauh lebih baik dari yang lain baik dari segi pengalaman, penampilan, pengetahuan dan sebagainya.
  • Susah mengakui kesalahan diri sendiri, selalu berusaha membela diri serta melakukan pembenaran diri supaya tidak disalahkan orang lain.
  • Status dinilai lebih penting dibandingkan kontribusi. Ini yang menyebabkan orang arogan akan lebih fokus tentang cara orang lain memandang dirinya dibandingkan kontribusi yang diberikan saat melakukan sesuatu.
  • Selalu menyanggupi bahkan untuk tugas yang belum tentu bisa dilakukan karena tidak mau dipandang lemah atau rendah oleh orang lain.
  • Tidak percaya dengan kemampuan orang lain karena menganggap tidak akan sebaik dirinya.
  • Susah merefleksikan diri sendiri dan tidak dapat menerima jika dirinya juga punya kelemahan dan bisa gagal sewaktu-waktu.
  • Senang jadi bahan perbincangan orang lain sehingga membuat orang arogan sering mencari perhatian.
  • Beranggapan jika ada orang lain yang tidak menyukai dirinya berarti musuh dan bahkan secara tidak sadar akan berusaha untuk menjatuhkan orang tersebut.
  • Susah menerima orang lain yang tidak satu paham dengan dirinya karena menganggap orang tersebut tidak sesuai standard.
  • Susah membangun hubungan dengan orang lain dan bahkan bisa mengorbankan hubungan miliknya untuk kepuasan diri sendiri.
  • Selalu menutupi kelemahan dengan kesombongan meski dirinya juga rapuh.

Penyebab Sikap Arogan

  • Merasa punya kelebihan dibandingkan orang lain. Kelebihan tersebut bisa berbentuk jabatan, harta, relasi, ilmu dan sebagainya.
  • Iri dengan pencapaian yang diperoleh orang lain sehingga akan memperlihatkan jika dirinya punya sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.
  • Membutuhkan citra yang baik di hadapan orang lain. Pada saat tindakannya dikoreksi, maka tidak akan bisa menerima dan justru bersikap menolak kebenaran dengan cara memaksakan pendapatnya.
pasang iklan

Leave a Reply