Home Lokal Kapolda Metro Jaya Membuat Tim Khusus Buru Pinjol ilegal

Kapolda Metro Jaya Membuat Tim Khusus Buru Pinjol ilegal

43
0
pasang iklan

Hotabis.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran membentuk tim khusus untuk menangani kasus pinjaman online (pinjol) ilegal. Tim ini dibentuk agar tidak terjadi lagi keresahan di tengah masyarakat.

“Pak Kapolda Metro Jaya memerintahkan untuk membentuk tim yang dipimpin Ditreskrimsus jadi kami akan menerima semua laporan dari masyarakat tentang kejahatan pinjaman fintech P2P (peer-to-peer) atau yang biasa kita kenal dengan pinjaman online,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (15/10).

Yusri mengatakan, tim khusus tersebut akan melakukan penyelidikan terhadap kasus pinjol ilegal. Selanjutnya akan diberi tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran pidana.

“Yang jelas kami akan perangi, kami akan tindak tegas para pelaku-pelaku semua ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihak kepolisian akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online ilegal. Mengingat telah banyak yang dirugikan oleh pinjol.

“Jangan sampe tergiur tawaran fintech ini, karena awalnya mereka menawarkan penawaran yang bagus tetapi sebenarnya menjerumuskan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta kepada jajarannya untuk menindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau yang biasa dikenal pinjaman online (pinjol) ilegal. Pasalnya, modus kejahatan tersebut dianggap merugikan warga.

“Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10).

Instruksi itu merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apabila tidak ditangani secara tegas, dikhawatirkan banyak warga menjadi korban.

“Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi pre-emtif, preventif, maupun represif,” jelas Sigit.

Tindakan represif disebut Kapolri dengan cara membuat satgas khusus untuk menangani kasus itu. Instruksi tersebut juga berlaku untuk jajaranya di seluruh Indonesia.

pasang iklan
Previous articleReboot Film Resident Evil “Welcome To Racoon City” Membawa ke Nostalgia Game PS1
Next article7 Makanan Khas Argentina yang Wajib dicoba

Leave a Reply