Home News Berita Nasional Satu Lagi Perempuan yang Mengaku Jadi Korban Pelecehan Gubernur Riau

Satu Lagi Perempuan yang Mengaku Jadi Korban Pelecehan Gubernur Riau

183 views
0
Satu Lagi Perempuan yang Mengaku Jadi Korban Pelecehan Gubernur Riau
Rate this post
banner-raja

Hotabis.com – Seorang perempuan berusia 39 tahun dan berinisial W melapor ke polisi dan mengaku menjadi korban pelecehan Gubernur Riau Annas Maamun. Selain dia, ada seorang perempuan lain, D (47) yang juga mengaku menjadi korban pucuk pimpinan Pemprov Riau tersebut. Bagaimana tindak asusila itu terjadi?

“Saya memang tidak membuat laporan soal pelecehan seksual yang dilakukan Gubernur Riau ke Mabes Polri. Tapi saya akan menjadi saksi korban yang sama atas laporan resmi ibu W,” kata D dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (3/9/2014).

D adalah warga Tangerang, Banten. Ia adalah mantan istri Ketua DPRD Dumai dan bercerai berdasarkan putusan Pengadilan Agama, Tangerang, pada 14 Juli 2014.

D yang memiliki 3 anak ini lebih awal menjadi korban pelecehan seksual Atuk Annas, panggilan masyarakat Riau terhadap Annas Maamun. Yakni pada 13 April 2014.

“Waktu itu saya sengaja datang dari Tangerang untuk bertemu dengan Gubernur Riau. Saya ingin meminta bantuan untuk menyelesaikan konflik keluarga saya,” kata D.

Masih menurut D, dia merasa Annas akan bisa memberikan solusi atau menasihati suaminya atas konflik yang lagi dihadapi. Mengingat, saat itu suaminya juga Ketua DPD Golkar Dumai. Sedangkan Annas Maamun merupakan Ketua DPD Golkar Provinsi Riau.

“Kesamaan satu partai di Golkar inilah, saya mencoba mengadu ke Pak Gubernur. Kali saja dia (Gubernur Riau) bisa menjembatani persoalan rumah tangga saya. Kan mereka sama-sama di Golkar,” kata D.

D menyebutkan, pertemuan kala itu di rumah pribadi Atuk Annas di Jl Belimbing, Pekanbaru. Rumah pribadi itu sedang sepi. Hanya ada satu orang pembantu dan seorang sopir.

“Kami ngobrol di lantai dua,” kata D.

Usai D curhat, Annas mengajaknya ke kamar mandi. Atuk Annas mengunci kamar mandi tersebut. Di sanalah, diduga terjadinya pelecehan seksual itu. Tubuh ibu DS diremas-remas oleh Annas. “Tapi dia tidak sempat membuka baju saya,” kata D.

D mendorong Annas. Tapi Annas malah kembali memaksa korban untuk memegang alat vitalnya. “Saya sebenarnya ingin teriak. Tapi rasanya percuma, karena tidak akan ada yang bisa mendengarkan,” kata D.

D mengaku tidak habis pikir mengapa Annas tega memperlakukan istri temannya sendiri seperti itu.

“Kan waktu itu saya masih istri temannya sendiri. Jadi benar-benar tak habis pikir,” terang DS.

Melalui penasihat hukumnya, D pernah melayangkan surat somasi ke pelaku agar meminta maaf. “Tapi 3 kali saya kirim surat somasi, sama sekali tidak pernah dijawab. Saya hanya minta agar dia mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Hanya itu saja,” kata D.

D mengaku tidak punya kepentingan apapun. “Bila Mabes Polri nantinya akan memintai keterangan, saya akan datang sebagai saksi untuk ibu W,” kata D.

Hingga saat ini, Annas belum dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut. Namun melalui Karo Humas Pemprov Riau Yoserizal Zen, ia menyatakan tudingan soal pelecehan seksual itu fitnah.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.