Home News Berita Nasional ABG 14 Tahun Ini Dijual Rp 300 Ribu ke Saritem Bandung

ABG 14 Tahun Ini Dijual Rp 300 Ribu ke Saritem Bandung

1,666 views
0
ABG 14 Tahun Ini Dijual Rp 300 Ribu ke Saritem Bandung
3 (60%) 1 vote
banner-raja

Hotabis.com – Nahas menimpa perempuan berusia 14 tahun ini. Niat mencari pekerjaan, dia malah terjebak bisnis prostitusi. Anak baru gede (ABG) tersebut dijual ke lokasi esek-esek, Saritem, Kota Bandung, menjadi pekerja seks komersial (PSK). Polisi sukses menyelamatkan korban yang diketahui sudah putus sekolah.

Terungkapnya kasus ini berawal laporan orang tua korban yang melapor kepada polisi perihal kehilangan anak, pada pertengahan Agustus lalu. Setelah itu, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung menyelidiki keberadaan korban.

“Ternyata korban yang masih di bawah umur itu dijual oleh seseorang ke Saritem,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (26/8/2014).

Polisi langsung menyelamatkan korban di salah satu tempat bordil Saritem. “Kami juga menangkap tersangka inisial DP alias Kampak yang berperan sebagai germo,” tutur Mashudi didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Nugroho Arianto.

Hasil pemeriksaan, cerita korban terperangkap di Saritem berawal saat bertemu dua temannya. Korban curhat ingin mencari pekerjaan. Lalu kedua temannya memperkenalkan ABG tersebut dengan pria inisial JEM (25) yang kini diburu polisi.

“JEM mengiming-imingi korban bekerja menjadi penjaga toko akuarium,” kata Mashudi.

Rayuan maut JEM berbuah petaka bagi korban. Rupanya korban yang tidak tahu bakal dijebak JEM ini dipertemukan dengan DS alias Kampak di Saritem

“JEM menjual korban seharga 300 ribu rupiah kepada tersangka DS,” ucap Mashudi.

Di tempat bordil dikelola DS itulah korban dipekerjakan menjadi PSK selama dua hari.

JEM saat ini menyandang status daftar pencarian orang (DPO). Polisi terus bergerak mencarinya.

Tersangka DS kini meringkuk di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Sang germo terancam hukuman di atas lima tahun penjara karena melanggar Pasal 88 UU RI No.23 tahun 2002 dan Pasal 2 UU RI No.2 tahun 2007 perihal perlindungan anak dan tindak pidana penjualan orang. Polisi mengamankan barang bukti berupa kartu keluarga, ijazah korban, buku daftar absen kerja, dan satu unit telepon gengam.

“Saya germo di Saritem. Saya enggak beli korban, tapi ada teman yang membawa korban ke saya,” ucap DS mengelak.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.