Home Opini Benarkan Jalan Tol di Indonesia Tidak Aman?

Benarkan Jalan Tol di Indonesia Tidak Aman?

18
0
pasang iklan

Hotabis.com – Jalan tol di Indonesia Menjadi Kambing Hitam atas kecelakaan yang menimpa salah satu artis ibu kota. Pekan lalu terjadi sebuah kecelakaan yang menyebabkan Vanessa Angel dan Suami meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Beredar pesan berantai dari yang ditulis oleh Gatot Rusbintardjo Pemerhati konstruksi jalan raya dan jalan KA yang menyebutkan jalan Tol di Indonesia Tidak Aman.

Mengapa jalan Tol di Indonesia tidak aman?

1. Perkerasan jalan dibuat dari perkerasan kaku yaitu dengan Beton Semen.
Perkerasan dg Beton Semen tidak mempunyai Skid Resistance atau kecil skid resistance-nya. Skid resistance adalah Daya cengkeram ban dengan permukaan perkerasan jalan. Karena skid resistennya kecil atau bahkan nol, maka apabila mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan mengerem, mobil tidak segera berhenti karena tidak ada daya cengkeram yg memadai antara ban dan permukaan perkerasan jakan. Mobil akan meluncur cukup jauh sebelum berhenti. sehingga sering terdengar mobil menabrak truck atau mobil lain yang ada didepannya.
Pethatiksn: Jalan beton bukan jalan untuk kecepatan tinggi! Sehingga salah membangun jalan Tol dengan perkerasan kaku

2. Ditengah jalan Tol diberi pembatas dinding beton yg Tebal dan kokoh. Akibarnya jika ada mobil yg selip atau kemudinya berbelok maka akan menabrak tembok beton dan karena kecepatannya tinggi, maka akibatnya fatal seperti yg dialami mobil VA dan juga dosen Fak. Teknik Sipil UNDIP beberapa waktu yang lalu.
Jalan Tol yang aman ditengahnya (mediannya) harus berupa rumput dengan lebar min. 2 x 5 meter dengan kelandaian 5%. (Seperti jalan Tol Jagorawi pada awal dibuatnya). Dengan demikian jika ada sopir mengantuk atau mobil pecah ban, mobil tidak menabrak tembok beton, tetapi meluncur diatas rumput yg landai dan akhirnya berhenti dg selamat.

Sekali lagi ingat!! Jalan Tol di Indonesia adalah jalan yang tidak aman terutama untuk kecepatan tinggi.
Taatilah rambu pembatas kecepatan.
Jangan bangga dapat menempuh waktu 3.5 dari Semarang ke Surabaya. Tapi banggalah dapat membawa keluarga dengan selamat dari Semarang ke Surabaya walaupun harus ditempuh dalam waktu lebih dari 4.5 jam

Ada hal yang menjadi konyol ketika Jalan TOL disalahkan karena dianggap tidak aman Ketika terjadi kecelakaan di Jalan TOL karena prilaku pengemudi yang mengabaikan faktor keselamatan berkendara

kendaraan yang melaju kencang diluar jalan TOL juga bisa membuat jalanan tidak aman, baik untuk si pengemudi maupun pengguna jalan lain.

Dengan pembangunan massive yang terjadi di Indonesia memang membuat beberapa Pihak seakan tidak suka dengan apa yang pemerintah lakukan, jadi dengan membabi buta dengan kejadian yang terjadi membuat statement yang dinilai sangat kurang bijak.

Statement tersebut juga beredar luas di Layanan Whatsapp Group dan media sosial yang menjadi pro dan kontra.

Menurut kami alangkah baiknya kita lebih membahas tentang prilaku pengemudi kendaraan dijalanan, baik dijalan TOL ataupun dijalan Biasa dengan selalu menjaga keselamatan berkendara dengan tidak mengendarai kendaraan diluar batas maksimal yang sudah ditentukan.

Akhir kata semoga dengan kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk selalu berkendara dengan Aman.

pasang iklan
Previous articleini Postingan Terakhir Vannesa Angel di Instagram Pribadinya
Next articlePerang Xpander dan Veloz di Industri Otomotif Indonesia

Leave a Reply