agenliga
/ Berita Nasional / Tangani Pengungsi Merapi dengan “Desa Bersaudara”

Tangani Pengungsi Merapi dengan “Desa Bersaudara”

gunung-merapi
admin on May 28, 2013 - 10:15 pm in Berita Nasional, News Artikel ini dibaca 690 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun dan Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang menjadi proyek percontohan program pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) dengan konsep “sister village” atau desa bersaudara. Konsep tersebut digunakan untuk menangani pengungsi pasca-erupsi Gunung Merapi. Keduanya akan bersinergi dalam penanganan pengungsi.

Koordinator Proyek Merapi Recovery Response (MRR) DR4 UNDP Rinto Andriono menjelaskan, jika kembali terjadi erupsi, Desa Ngargomulyo yang masuk ke daerah rawan bencana erupsi Merapi, akan mengungsikan penduduk ke Desa Tamanagung, yang menjadi desa penyangga pengungsi.

“Sistem informasi desa ini merupakan kerjasama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dengan Magelang Merapi Recovery Response (MRR) UNDP dan mendapat dukungan dari Indonesia Multi Donor Fund Facility for Disaster Recovery (IMDFF-DR),” ujar Rinto, Selasa (28/5/2013).

Menurut Rinto, sistem informasi desa tersebut sangat diperlukan sebagai bentuk pengurangan risiko kebencanaan dan kesiapsiagaan. Sistem informasi itu, lanjut Rinto, rencananya akan dikembangkan di 27 desa lainnya. Utamanya desa yang berada di daerah rawan bencana erupsi Merapi.

“Tapi masih akan kami kaji sistemnya dari dua desa percontohan ini. Jika memang sudah bisa diterapkan, maka akan kami kembangkan,” katanya.

Rinto menjelaskan, sistem informasi ini meliputi tiga aspek, antara lain informasi data kependudukan, early warning system (EWS) atau peringatan dini dengan basis short message service (SMS), yang akan menginformasikan kepada warga terkait kebencanaan.

“Sedangkan yang ketiga adalah mekanisme gateway, terkait aduan warga soal penanganan kebencanaan dan selama di pengungsian. Kami juga berencana untuk mengembangkan server informasi melalui BPBD,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratandan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo menyambut baik program tersebut. Melalui program pengembangan SID ini dengan konsep “sister village” atau desa bersaudara ini, diharapkan bisa menjadi sistem yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung penanganan darurat.

“Seperti informasi jalur evakuasi, lokasi pengungsian, daya tampung dan daya dukung pengungsi di desa penyangga,” jelasnya.

Dia mengatakan konsep, “sister village” ini berawal dari kejadian erupsi Merapi 2010 dimana banyak pengungsi yang tidak terkelola dengan baik. Selain dua desa itu, MRR UNDP juga menginisiasi program pengembangan SID di enam desa percontohan di DIY dan Jateng. Di antaranya, Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Wukirsari dan Tamanmartani di Kabupaten Sleman, DIY. Serta Desa Sirahan dan Jumoyo di Kabupaten Magelang (Jateng).

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: