agenliga
/ Family Fashion and Trend / “Sex Education” Sesuai Tahapan Usia Anak

“Sex Education” Sesuai Tahapan Usia Anak

Dodox Coolz on August 28, 2013 - 4:15 pm in Family Fashion and Trend, Lifestyle Artikel ini dibaca 1375 Kali
Rate this post
banner-raja

Hotabis.com – Isu keperawanan dan makin maraknya seks bebas tak ayal membuat orangtua jadi was-was dengan anak perempuannya yang beranjak remaja. Seks bebas memang jadi ancaman yang mengerikan bagi orangtua. Tentu tidak ada orangtua yang mau anak perempuannya sudah tak perawan lagi, atau hamil sebelum menikah.

“Untuk mencegah dan meminimalisasi terjadinya hal ini, orangtua punya tanggung jawab untuk memberikan pendidikan seks pada anak sedini mungkin,” ungkap psikolog Anna Surti Ariani (Nina) saat dihubungi KompasFemale beberapa waktu lalu.

Kebanyakan orangtua mungkin menganggap sex education adalah hal yang tabu diajarkan sebelum anak berusia remaja. Padahal sebaliknya, Nina justru mengungkapkan bahwa pendidikan seks sebaiknya diajarkan sejak anak berusia 3-6 bulan pertama. Lho, anak kecil kok diajarkan tentang seks?

Anda pasti bingung, namun Nina mengungkapkan bahwa pendidikan seks untuk anak sebenarnya tidak berkonotasi seks sebenarnya, atau segalanya tentang hubungan badan antara suami-istri. “Yang namanya pendidikan seks itu juga bisa diartikan sebagai pengenalan alat vital, fungsi dan lainnya,” katanya.

Sekalipun anak di usia tersebut belum bisa memahami, namun pengetahuan ini akan terekam dalam memori otak anak dan dibawa sampai ia dewasa. Di usia 3-6 bulan, Anda bisa memulai sex education ini dengan memperkenalkan anggota tubuhnya sendiri, misalnya tangan, perut, kaki, dan lain-lainnya sembari mandi.

Sedangkan di usia satu tahun, si anak seharusnya sudah mulai memahami bagian anggota tubuhnya. Di sini, Anda bisa mengajarkan anak untuk mulai menutup anggota tubuh vitalnya.

Pada usia 2-3 tahun, ajarkan anak untuk mulai menjaga kebersihan tubuh dan alat vitalnya. Anda juga bisa mulai mengenalkan fungsi alat vital secara umum, misalnya untuk buang air kecil. Selain itu, tetap ajarkan si anak untuk menutup alat vitalnya.

“Di usia ini, orangtua justru sering melakukan kesalahan. Orangtua justru membiarkan anak untuk telanjang di depan rumah atau di jalanan setelah mereka mandi atau buang air. Kalau orangtua membiarkan saja, anak akan merekam pola pikir kalau telanjang di jalan itu diperbolehkan,” katanya.

Ketika sudah menginjak usia 3-5 tahun, ajarkan anak untuk memahami cara membersihkan tubuhnya sendiri dan menutup anggota tubuhnya. Selain itu, beri mereka pengertian bahwa tidak ada orang lain yang boleh menyentuh atau menjamah alat vitalnya, kecuali orangtua yang memandikannya.

Nina mengungkapkan, dengan dibekali pengertian seperti ini anak akan belajar untuk menjaga alat vitalnya dengan cermat, dan menghindari terjadinya pelecehan atau perkosaan terhadap dirinya.

Saat anak sudah mulai remaja dan mengalami menstruasi atau mimpi basah, beritahu anak untuk lebih menjaga alat vitalnya agar tak digunakan sembarangan. Namun, ini tidak berarti Anda harus secara vulgar menjelaskan tentang seks yang sebenarnya, seperti posisi bercinta atau lainnya.

Nina mengatakan bahwa orangtua bisa memberi pengertian dengan cara yang lebih sopan dan eksplisit. Misalnya, “Karena sudah menstruasi maka kamu sudah bisa hamil, kalau nggak hati-hati menjaganya.”

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: