agenliga
/ Karier / Masalah-Masalah Karir yang tak Diajarkan di Sekolah

Masalah-Masalah Karir yang tak Diajarkan di Sekolah

kesalahan-persepsi-wanita-tentang-karir-770x433
admin on March 10, 2013 - 10:12 pm in Karier, Lifestyle Artikel ini dibaca 763 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Ketika Anda mencoba membangun langkah karir menuju kesuksesan, kerap kali bertemu hal-hal tak menyenangkan. Terkadang ini mengganggu bahkan membuat langkah Anda terhenti. Kendati Anda lulusan berprestasi tinggi di sekolah (maupun perguruan tinggi), keterampilan saat di bangku sekolah ternyata tak cukup untuk memuluskan jalan sukses Anda. Kerapkali justru mantan siswa yang baik dan pintar tak membuatnya menjadi karyawati yang inovatif, cekatan maupun memiliki jiwa kepemimpinan.Meraih sukses di tempat kerja, menuntut kompetensi yang berbeda dari sukses di sekolah. Kebanyakan perempuan tak menyadari mereka perlu sedikit mengubah pendekatan. Berikut 5 keterampilan yang dimiliki siswi pandai namun gagal dalam karir. Serta beberapa penyesuaian keterampilan baru demi perkembangan karir.

Persiapan, persiapan, persiapan Vs Improvisasi

Di sekolah, para siswa diberitahu agar selalu belajar keras . Misalnya, mempersiapkan ujian, membaca tugas sebelum guru bertanya di kelas, menulis makalah penelitian sejak awal dan seterusnya. Banyak siswa yang berhasil lulus ujian, percaya jika persiapan adalah dasar untuk sukses. Sayangnya, hal ini menyebabkan kita terjebak dalam “zona nyaman persiapan”. Di mana kita merasa aman ketika punya banyak waktu mempersiapkan tugas utama di tempat kerja.

Sayangnya, dalam karir butuh kemampuan berimprovisasi dan berpikir taktis ketika ada masalah atau tantangan baru yang muncul di perjalanan. Pekerja harus membuat keputusan ketika merasa tidak cukup siap sekalipun. Kendati informasi dan waktu yang dibutuhkan tidak cukup tersedia. Praktek mengambil tindakan ketika Anda merasa tidak ada persiapan sempurna, akan dapat dilalui dengan baik ketika seseorang selalu bersiap untuk improvisasi. Ini tidak ada dalam praktek bersekolah.

Melakukan pekerjaan yang baik Vs Membuat pekerjaan jadi terlihat

Di sekolah, jika melakukan pekerjaan dengan baik, Anda akan mendapatkan nilai bagus. Di tempat kerja, karyawati yang melakukan pekerjaan besar, akan mendapatkan perhatian. Namun jika ingin mendapat promosi dan bonus, Anda perlu akan mendapatkan bintang emas! Melakukan pekerjaan besar saja tidak cukup karena penilai tidak akan . Anda perlu melakukan pekerjaan yang baik dan pastikan orang tahu tentang hal itu. Cobalah ‘menunjukkan’ prestasi Anda dan bicarakan secara ‘anggun’ dengan atasan dan rekan.

Adaptasi Vs Pengaruhi para pemegang kebijakan

Di sekolah, setiap kelas baru memiliki orang-orang dengan otoritas tertentu yang memiliki aturan unik, persyaratan, dan preferensi. Di sekolah menengah misalnya, untuk menjadi nomor satu butuh mengetahui apa yang diinginkan Guru mata pelajaran. Latar belakang ini dapat diterapkan dalam dunia karir, dengan mencari tahu dan memberikan apa yang diinginkan atasan.

Namun untuk menjadi karyawati yang bernilai, tak cukup sekdar memberi apa yang diinginkan. Anda juga perlu meningkatkan efektivitas dengan menyumbangkan ide-ide unik dan menarik. Kita juga perlu belajar bagaimana menantang dan efektif mempengaruhi otoritas. Bagaimana Anda dapat mempengaruhi pandangan atasan jika Anda berpikir ada peluang besar atasan tak melihat prestasi Anda. Atau bagaimana Anda dapat mempengaruhi manajemen perusahaan jika Anda tak dapat membaca cara mereka dapat melihat Anda sangat produktif. Sudah waktunya menambahkan keterampilan mempengaruhi kewenangan sebagai salah satu keahlian Anda.

Mencari jawaban di luar diri Vs Menggambarkan apa yang ada pada diri Anda

Sekolah mengajarkan bagaimana menyerap informasi eksternal (dari buku atau pelajaran guru) dan kemudian memuntahkan kembali informasi tersebut ketika ujian. Sayangnya, ketika Anda menapak di tingkat yang lebih senior, perlu mengubah fokus untuk melihat kedalam diri Anda sendiri. Anda perlu menggali potensi diri keluar. Misalnya, kekuatan pribadi memecahkan masalah, keahlian berkomunikasi, kepiawaian memberi ide bisnis spesifik yang bisa membuat perbedaan di organisasi Anda, dan seterusnya. Sudah waktunya melatih otak: Nilai yang dimiliki karyawati bukan hanya datang dari informasi yang dikuasai namun juga berasal dari siapa diri Anda.

Ikuti pakem Vs Ikuti jalan unik Anda sendiri

Terakhir, ketika di sekolah Anda mungkin berusaha mengikuti pakem dalam menjawab pertanyaan. Mata pelajaran-mata pelajaran penting di sekolah dibuat secara terorganisir dan sangat linier. Di bangku kuliah misalnya, ada MKDU (mata kuliah dasar umum) yang harus diambil semester awal sebelum mengambil mata kuliah keahlian. Sayangnya, di dunia kerja Anda tak harus menjalani semua secara linier.

Jika Anda ingin mendaki di tangga karir, cobalah lebih terbuka untuk bergerak dalam karir yang tak terduga. Keluar dari jalan pakem dan carilah langkah unik Anda sendiri yang lebih kaya akan cara-cara kreatif. Anda yang paling tahu keunggulan dan kekurangan dalam diri sehingga tak harus dibatasi dengan cara yang digariskan secara umum.

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: