agenliga
/ Family Fashion and Trend / Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa anjing bisa memahami manusia

Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa anjing bisa memahami manusia

Dog and human handshake.
Dodox Coolz on February 25, 2014 - 9:28 am in Family Fashion and Trend, Lifestyle Artikel ini dibaca 1205 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Mengapa anjing bisa memahami manusia? Ilmuwan asal Hungaria mengungkap alasannya lewat penelitian terbarunya.

Menggunakan analisis Magnetic Resonance Imaging (MRI), ilmuwan itu menguak bahwa bagian otak yang berperan dalam pendengaran dan emosi pada manusia dan anjing sama.

Attila Andics dari ELTE University, Hungaria, melatih 11 anjing untuk tetap diam sehingga otaknya bisa dicitrakan dengan MRI.

Dengan MRI, Andics mengecek respon neurologis anjing pada 200 jenis suara yang membangkitkan emosi, mulai dari rengekan, tangisan, gonggongan, dan tawa.

Setelah melihat respon neurologis anjing, ilmuwan lalu menganalisis respon neurologis pada manusia dan membandingkannya.

Andics menemukan, saat mendengarkan suara manusia, bagian otak anjing yang teraktivasi sama dengan bagian otak manusia, yakni temporal pole, bagian paling depan dari lobus temporal otak.

“Kita tahu ada area-area suara pada otak manusia, area yang merespon suara manusia lebih kuat daripada tipe suara lain,” kata Andics.

“Lokasi yang teraktivasi pada otak anjing sama dengan yang kita temukan pada otak manusia. Fakta bahwa kita menemukan area ini pada anjing mengejutkan, ini pertama kalinya ditemukan pada non primata,” imbuhnya.

Selama ini, banyak orang memahami bahwa anjing bisa mengerti perasaan manusia dan pemelihara anjing yang baik bisa memahami emosi anjingnya.

“Tapi sekarang kita bisa memahami mengapa ini bisa terjadi,” ungkap Andics seperti dikutip BBC, Jumat (21/2/2014).

Meski anjing peka terhadap suara manusia, mereka lebih peka terhadap suara kawan sesama spesiesnya.

Ilmuwan juga menemukan bahwa anjing kurang bisa membedakan suara bising lingkungan dengan suara lainnya.

Sophie Scott dari Institut of Cognitive Neuroscience di University College London mengungkapkan, hasil riset semacam ini tak mengejutkan bila ditemukan pada primata, namun menarik ketika ditemukan pada anjing.

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: