agenliga
/ Berita Nasional / Goa Seropan II Akhir nya di Tutup Oleh Polisi

Goa Seropan II Akhir nya di Tutup Oleh Polisi

Waterfall-Cave.JPG_
admin on March 22, 2013 - 11:32 pm in Berita Nasional, News Artikel ini dibaca 836 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Goa Seropan II di Dusun Serpeng, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul yang menewaskan tiga mahasiswa yang tengah mengikuti pendidikan susur goa, akhirnya ditutup polisi. Penutupan goa dimaksudkan untuk mensterilkan lokasi demi penyelidikan lebih lanjut.

Aparat Polres Gunungkidul yang dipimpin Kapolres Ikhsan Amin dan Kasatreskrim AKP Suhadi memasang dua garis polisi sekitar 10 meter dari mulut goa. Kapolres Gunungkidul menyatakan penutupan goa Seropan dilakukan agar tidak digunakan untuk aktivitas warga.

“Sehubungan dengan meninggalnya tiga mahasiswa di tempat ini, Polres Gunungkidul mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus ini. Kita sudah memeriksa saksi-saksi dan hari ini demi penyelidikan lebih lanjut, goa ini kita tutup agar steril dari aktivitas masyarakat,” kata Ikhsan, Jumat (22/3/2013).

Menurut Ikhsan, penutupan dilakukan guna menyelidiki ada tidaknya unsur kelalaian saat digelar kegiatan susur goa. Nantinya juga akan didatangkan saksi ahli untuk meminta masukan layak tidaknya Goa Seropan sebagai ajang kegiatan saat musim hujan.

“Kita akan membuktikan musibah di tempat ini karena faktor kelalaian atau faktor lain. Apakah juga karena faktor alam karena disini tempat berkumpulnya air dari tiga sungai kecil di kawasan ini. Saksi ahli juga akan kita mintai keterangan apakah daerah ini statusnya merah atau tidak,” tambahnya.

Jika ditemukan faktor kelalaian, menurut Ikhsan, pihak kepolisian akan memproses kasus sesuai prosedur. Namun jika ternyata ada faktor alam, ia merekomendasikan agar Goa Seropan II ditutup selamanya.

Musibah yang terjadi di Goa yang berada diantara perbukitan ini terjadi pada Selasa (19/03/2013) saat 20 mahasiswa anggota Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia menggelar pendidikan lanjutan susur goa.

Saat terjadi hujan deras, banjir dari tiga sungai kecil disekitarnya memasuki mulut goa hingga membuat mahasiswa yang tengah berada dilorong goa terjebak.

Sebanyak 21 orang selamat sementara tiga orang meninggal dunia karena terguyur banjir hingga kehabisan nafas. Tiga mahasiswa itu yakni Ganang Samudra mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta warga Solo Jawatengah, Dian Permatasari mahasiswa UGM warga Yogyakarta dan Hevin Fahariza mahasiswa Universitas Muhamadiyah Purwokerto.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah memeriksa tiga saksi dari penyelenggara dan dua dari perangkat desa setempat.

“Kita belum dapat memastikan ada tidaknya unsur kelalaian. Tapi yang pasti, panitia tidak memberitahukan jika mereka menggelar kegiatan di Goa Seropan,” ujar Ikhsan.

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: