agenliga
/ Film / Film Soekarno Tayang, Keluarga Ancam Tempuh Jalur Hukum

Film Soekarno Tayang, Keluarga Ancam Tempuh Jalur Hukum

DIALOG FILM SANG PECERAH
admin on September 14, 2013 - 12:17 am in Film, Showbiz Artikel ini dibaca 785 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Pihak keluarga Soekarno siap menuntut secara hukum kepada Raam Punjabi dan rumah produksi miliknya, Multivision Plus jika tetap menayangkan film Soekarno: Indonesia Merdeka garapan Hanung Bramantyo.

“Saya berikan peringatan keras kepada pihak Raam untuk tidak mempromosikan dari film yang dilahirkan dari penjanjian yang dibatalkan. Jika menayangkan, kita akan tuntut,” kata Ramdan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2013).

Menurut Ramdan, hall tersebut sudah sesuai dengan Pasal 9 poin 1 pada perjanjian awal. Pihak keluarga Soekarno batal memberi izin pembuatan film tentang presiden pertama Indonesia itu.

“Perjanjian dibatalkan, itu sudah atas persetujuan di kedua belah pihak,” katanya.

1 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

1 Comments
  • December 22, 2013

    Menurut saya sih, ARYO BAYU memang sosok yang pas sebagai pemeran soekarno dilihat dari segi acting.gerak-gerik, gelagat dan bahasa tubuhnya aja mirip alm soekarno. tapi ga tau kalo di lilihat dari segi yang lain. cuma itu mas HANUNG BRAMANTYO masalah soekarno megang-megang perempuan ga usah ditayangin toh di film. itu kan sifatnya pribadi. ga bagus kelihatannya, ga bagus juga bagi pendidikan rakyat.MUNGKIN ITU YANG MEMBUAT KELUARGA SOEKARNO MARAH. Jangan sampe alm soekarno terkesan tidak baik dimata rakyat. ini film AKAN ditayangin ke seluruh indonesia bahkan sampe ke manca negara loh. HATI-HATILAH KALO MENENTUKAN PERAN TUH. Bukankah menutupi aib itu wajib hukumnya. Padahal jasa beliau sangat besar bagi negara ini. Beliau salah satu yang membuat indonesia merdeka loh disamping jasa para pahlawan yang BERJASA untuk kemerdekaan ini.biasanya manusia itu cenderung melihat negatifnya dari pada positifnya.jangan sampe “karena nila setitik rusak susu sebelangan”. Lain kali dipikir dulu yang mateng mas HANUNG BRAMANTYO sebelum menentukan peran.

    nasionalis sejati
    Reply
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: