agenliga
/ Berita Internasional / China: Bukan Meniru, Tapi Ingin Melampaui

China: Bukan Meniru, Tapi Ingin Melampaui

copy town
admin on April 11, 2013 - 12:43 am in Berita Internasional, News Artikel ini dibaca 757 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Sudah bukan rahasia umum lagi, jika China melakukan banyak tindakan meniru ataupun membajak karya-karya arsitek besar dunia. Di kota Tianducheng, tak jauh dari Shanghai, dibangunlah sebuah duplikat Menara Eiffel setinggi 108 meter. Di tempat lain terdapat sebuah kawasan yang terletak 19 mil dari pusat kota Shanghai, dibangun pula “London” yang disebut Thames Town.

Belakangan yang menarik banyak perhatian adalah proyek Zaha Hadid yang juga ditiru. Ironisnya, proyek bajakan yang dibangun di daerah Chongqing, sebuah kota besar dekat dataran tinggi Tibet itu, malah lebih duluan rampung ketimbang Wangjing Soho asli yang sedang digarap Hadid.

Melihat kenyataan tersebut, Zaha Hadid dan kliennya pemimpin perusahaan kaya raya Soho, Pan Shiyi pun menempuh jalur hukum. Namun, pengembang yang dituduh meniru, Chongqing Meiquan, bersikeras tidak melakukan seperti apa yang dituduh. Dalam sebuah jumpa pers, perwakilan pengembang menyebut bangunan kurva yang dibuat mirip desain Hadid, terinspirasi dari bentuk bebatuan di tepi sungai Yangtze, Chongqing, tempat The Meiquan 22nd Century berdiri.

Hal ini sekaligus merespon tindakan pengembang tersebut yang mengeluarkan iklan berisi slogan “tidak pernah meniru (copy), hanya ingin melampaui”.

Menanggapi masalah ini, You Yunting seorang pengacara di China menyebut, Soho bisa memiliki peluang untuk menang dalam proses di pengadilan. “Namun, meskipun putusan hakim memihak Soho, pengadilan tidak akan memaksa terdakwa untuk menghancurkan bangunannya. Tapi, hanya mewajibkan mereka untuk membaya kompensasi,” ujar Yunting, seperti dilansir Der Spiegel, yang dikutip The Guardian, Rabu (10/4/2013).

Berkaca dari kasus ini, tidak ada undang-undang khusus yang melindungi sebuah karya arsitektur. Sebab, dalam membuat desain yang sama dapat didefinisikan sebagai murni karya seni terapan yang dilihat berdasarkan kualitas fungsi dan artistik. Maka, China dapat disebut sebagai murai arsitektur global, yang membangun dirinya menjadi besar melalui potongan-potongan kota-kota terbaik di seluruh dunia.

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: