agenliga
/ Berita IT / Bisnis Konten Tantang App Store iOS & Android

Bisnis Konten Tantang App Store iOS & Android

EtO7szrLbZ
Dodox Coolz on September 2, 2013 - 2:41 pm in Berita IT, Teknologi Artikel ini dibaca 679 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Bisnis konten sempat dihentikkan dua tahun lalu melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang merilis Surat Edaran No. 117/2011, pertengahan Oktober 2011. Para penyedia konten beserta operator telekomunikasi di Tanah Air berharap bisa meningkatkan kembali pendapatan perusahaan melalui bisnis konten yang sempat menjadi ‘primadona’ beberapa tahun lalu itu.

Hingga, lahirlah Peraturan Menteri Kominfo No. 21 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten Pada Jaringan Bergerak Seluler dan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel Dengan Mobilitas Terbatas yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 19 Agustus 2013. Permen tersebut merupakan revisi Peraturan Menkominfo No. 1/PER/M.KOMINFO/1/2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium dan Pengiriman Jasa Pesan Singkat (Short Messaging Service/SMS) ke Banyak Tujuan (Broadcast).

Permen lama tersebut menurut Kominfo, dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Sehingga, perlu diganti dengan peraturan yang baru. Pertimbangan lainnya adalah, bahwasanya perkembangan teknologi telekomunikasi dan internet yang makin konvergen telah menimbulkan beragam jenis jasa layanan yang baru.

Kominfo juga mengatakan, adanya peraturan baru ini diharapkan bisa menciptakan iklim usaha yang dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif dalam negeri di tengah iklim usaha global. Teguh Prasetya, pengamat telekomunikasi mengungkapkan agar peraturan baru ini, tidak hanya memberi rasa aman bagi pelanggan, tetapi juga bisa memudahkan, tidak menyulitkan bagi para Content Provider (CP) serta operator telekomunikasi perihal izin dan mengembangkan usahanya.

Teguh Prasetya juga menyebut kesuksesan bisnis konten aplikasi, misalnya seperti yang tersedia Android Store (Google Play), iPhone (App Store iOS). Di platform tersebut, pengguna bisa mendapatkan konten aplikasi hiburan secara gratis. “User beli konten tanpa perlu (potong) pulsa, kalau rugi tetap operator juga. Kendala itu yang harus diantisipasi dan dijawab. Bagaimana bisa menjembatani birokrasi dengan opportunity (kesempatan) yang bisa ditumbuhkan,” ungkap Teguh.

Perlu Sosialiasi & Edukasi
Kominfo, operator telekomunikasi serta CP diharapkan bisa menyosialisasikan kepada pelanggan perihal peraturan baru mengenai bisnis konten ini. “Konten harus diatur, komunikasi, sosialisasi, edukasi. Teman-teman di operator menaikan lagi bisnis kontenya, tetapi baru 10 persen. Jadi ada gap-nya, masih 90 persen ini butuh usaha lebih dari operator serta kalangan industri,” jelas Teguh.

Agar peristiwa ‘pencurian pulsa’ tidak lagi membekas di para pelanggan, ini yang harus didorong bagaimana meraih kepercayaan dari para konsumen. Di saat yang bersamaan, perkembangan smartphone dan tablet dengan OS Android atau iOS juga lebih kurang mampu ‘mendewasakan’ pelanggan perihal memperoleh akses informasi atau konten aplikasi.

“Setelah dua tahun mereka teredukasi. Kalau ini saya browsing, cari konten ke App Store (gratis). Sosialisasi terhadap Permen harus dilakukan secara bersama-sama. Kalau enggak, aturan sudah ada tetapi belum tentu bisa langsung menumbuhkan (bisnis konten itu),” terangnya.

Ia mengatakan, dahulu kecenderungan para pelanggan SMS Premium itu lebih ke kalangan muda, menengah ke bawah atau menengah. Menurutnya, pertumbuhan App Store (Android, iOS atau Windows Phone) itu sendiri bisa saja mempengaruhi bisnis konten atau VAS. Peraturan baru diharapkan tidak memunculkan abuse (penyalahgunaan) oleh para pemain bisnis konten serta tidak menimbulkan kerugian bagi para pelanggannya.

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: