agenliga
/ Berita Nasional / Bawang putih mulai turun, cabai dan bawang merah tetap mahal

Bawang putih mulai turun, cabai dan bawang merah tetap mahal

dagang-cabai
admin on March 26, 2013 - 3:28 pm in Berita Nasional, News Artikel ini dibaca 563 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Kementerian Perdagangan memantau perkembangan harga produk hortikultura di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Kebijakan pelepasan kontainer bawang putih bermasalah di Surabaya diklaim sudah membuahkan hasil, namun kondisi itu tidak diikuti bawang merah dan cabai merah yang masih tetap mahal.

Pantauan dilakukan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Sri Agustina. Keduanya berbincang dengan para pedagang soal perkembangan harga tiga komoditas hortikultura yang sedang ramai dibicarakan itu.

Bachrul menyatakan, kabar gembira baru bisa didapatkan dari komoditas bawang putih. Upaya ekstra pemerintah pekan lalu menambah pasokan dengan mengizinkan kontainer bermasalah masuk telah menurunkan harga di tingkat distributor.

“Pasar Induk Kramat Jati ini sudah menerima pasokan baru dari produk bawang putih yang masuknya dari Tanjung Perak. (Dari distributor) mereka sudah menerima Rp 16.000-18.000 per kilogram, sehingga di tingkat pedagang eceran kita harapkan bisa dijual Rp 20.000 kurang,” ujarnya selepas berbincang dengan pedagang Kramat Jati, Selasa (26/3).

Namun, tidak semua pedagang mengamini pernyataan Bachrul. Anas, 50 tahun, salah satu pedagang kawakan menyatakan harga jual bawang putih impor dari distributornya sebesar Rp 21.000 per kilogram. Alhasil, dia masih menjual bumbu dapur populer itu di kisaran Rp 24.000 per kilogram.

Bawang merah dan cabai merah malah tetap konsisten mahal. Salah satu pedagang di kios CV Hikmah menyatakan harga bawang merah masih Rp 45.000 per kilogram. Cabai merah saat ini masih di kisaran Rp 47.000-50.000.

Terhadap kondisi bawang merah, Bachrul menyatakan pihaknya bakal membuka keran impor. Alokasi impor bawang merah semester ini sebanyak 60.000 ton. “Kami sudah mengeluarkan hampir 50 persen sekitar 29.000 ton impornya, untuk bawang merah segera akan kita masukan ke pasaran, ” tandasnya.

Di sisi lain, untuk komoditas cabai, Kemendag mengaku belum menemukan cara mengantisipasinya. Penyebabnya karena cabai tidak masuk produk hortikultura yang dibolehkan impor, selain itu sedang ada gangguan panen. Beberapa sentra cabai memang terlambat panen di awal bulan ini.

“Kalau cabai rawit dan merah harganya sampai Rp 40 ribuan, itu masalah produksi dan distribusi. Akan kami cek segera dan apa yang bisa kita lakukan untuk menurunkan harganya,” katanya.

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: