agenliga
/ Berita Nasional / Ahok tolak didikte Bank Dunia

Ahok tolak didikte Bank Dunia

ahok
admin on April 1, 2013 - 4:42 pm in Berita Nasional, News Artikel ini dibaca 679 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Pinjaman World Bank sebesar Rp 1,2 Triliun untuk program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) dalam normalisasi 13 sungai di ibu kota selama lima tahun berpotensi dibatalkan. Pemprov DKI menilai selama ini Bank Dunia ingin mendikte tentang mekanisme pinjaman dan syarat-syaratnya.

“Yang hangat itu soal JEDI, yang penolakan itu. Prinsipnya, kita kan bukan mau nolak, tapi juga tidak bisa Bank Dunia mendikte kita. Orang yang tinggal sungai harus pakai pendamping, harus ganti uang, dan segala macam dalam bentuk ganti uang. Kan itu tidak akan selesai-selesai pengerjaannya,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai rapat pimpinan bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota Jakarta, Senin (1/4).

Mantan anggota Komisi II DPR ini mencontohkan pengerjaan seperti di Pasar Ikan, tepatnya di Kali Pakin Jakarta Utara yang dalam jangka waktu dua bulan dapat diselesaikan. Dalam hal ini, Gubernur sampai sesumbar bahwa mengganti uang ganti rugi rumah dan perlengkapannya dapat dilakukan, tapi permintaan Bank Dunia untuk ganti rugi itu sudah menyalahi aturan.

“Bayangkan kita bangun di tanah negara terus ganti rugi, apa gak rusak itu. Bank Dunia gak bisa. Jadi memang kalau ribet gitu kata pak gubernur ga usah saja,” terangnya.

Menurutnya, pinjaman sebesar Rp 1,2 Triliun dalam jangka waktu lima tahun itu terlalu kecil nilai nominalnya. Ditambah, persoalan sistem ganti rugi kepada warga yang tinggal di bantaran kali dianggap menyalahi aturan.

“Kita bukan ganti untung, bukan bayar uang. Yang terjadi pengembang-pengembang PKL yang main, jadi bukan rakyatnya yang dapat, mafianya yang dapat kalau sistem sekarang. Pak gubernur bilang tidak bisa lagi. Kalau pinjaman kita Rp 200 triliun, baru lah ngurus-ngurus itu, tapi kita kan belum dapat uang itu kan,” jelasnya.

Namun, pinjaman tersebut akan disetujui oleh Pemprov jika Bank Dunia mengubah mekanisme.

“Pak gubernur jamin kok, bisa turun 100 sampai 200 alat berat di semua sungai dengan uang yang ada di Kasudin masing-masing. Satu sudin rata-rata Rp 50 miliar. Misal Rp 120 miliar bisa ditaruh alat berat di 12 sungai,” terangnya.

KemenPU, menurut Ahok sudah menyetujui usulan dari Pemprov untuk membatalkan pinjaman. Pasalnya, lima tahun pergantian uang untuk pengerukan sungai dianggap hal aneh dan lucu.

“Itu 5 tahun bukan per tahun dan gak jelas. 5 tahun kan lucu pergantian untuk pengerukan sungai. Makanya sorry saja lah itu kata pak gubernur,” tandasnya.

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: