agenliga
/ Food / 105 Negara yang Tidak Mempunyai McDonald

105 Negara yang Tidak Mempunyai McDonald

mcdonalds_exterior
admin on August 16, 2013 - 8:53 am in Food Artikel ini dibaca 943 Kali
Rate this post

Hotabis.com – Restoran cepat saji terbilang hadir hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia. Tapi, nyatanya masih ada sebagian negara, di mana 105 negara tak memiliki raksasa makanan cepat saji berlogo kuning dan merah itu.

Vietnam sendiri, untuk pertama kalinya di Ho Chi Minh akan muncul McDonald pada tahun depan. Tampaknya Vietnam sudah siap untuk makanan ikonik Amerika dan McDonald yakin bahwa konsumen di Vietnam memiliki pendapatan yang cukup untuk bisa kecanduan burger dan kentang goreng.

Seperti Anda tahu, McDonald mungkin tampak di mana-mana, tapi masih ada 105 negara yang tak memilikinya, mulai dari Ghana sampai Jamaika hingga Yaman ke Tajikistan. Bahkan, di enam negara, McDonald sebelumnya pernah hadir. Namun karena kondisi ekonomi dan gangguan politik, membuat waralaba ini mau tak mau harus tutup.

Jack Russo, analisis kebijakan barang konsumen dengan perusahaan jasa keuangan Edward Jones mengatakan kepada The Salt bahwa McDonald mempunyai banyak perwakilan di luar negeri, demikian dilansir Npr.

Perusahaan ini memiliki hampir 35 ribu restoran di 119 negara, termasuk Kuba dan Prancis, di mana mereka sangat dicintai. Namun jika Anda sedang berkunjung ke Vatikan, jangan harap akan menemukan Big Mac.

Miguel Centeno seorang sosiolog di Universitas Pricenton mengatakan kehadiran McDonald telah menjangkau seluruh dunia dengan kentang gorengnya. Sementara di Bolivia, pemerintah setempat mengatakan mereka lebih suka tidak memiliki kentang goreng, sehingga membuat waralaba ini ditutup pada 2002, mengikuti penutuan McDonald di seluruh negeri ini.

Tutupnya waralaba ini karena Presiden Bolivia Evo Morales menentang adanya makanan cepat saji.

“Banyak orang menyarankan bahwa Bolivia menolak McDonald dari preferensi budaya makanan tradisional, sehat, lokal dan lambat,” kata Tanya Kerssen, analisis kebijakan pangan.

Di negara kepulauan terpencil di Islandia, McDonald muncul karena berkaitan dengan ekonomi. Jon Gardar Ogmundsson, salah satu pemilik dari tiga restoran McDonald hanya bertahan selama enam tahun yang akhirnya harus tutup karena berjuang selama 18 bulan akibat keuangan di 2009.

“Kami berpikir di Islandia mata uang kami akan pulih, tapi nyatanya belum hingga saat ini. Apalagi soal barang harus diimpor karena harganya naik dua hingga tiga kali lipat,” tutupnya.

0 POST COMMENT
Rate this article
Rate this post

Send Us A Message Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: